Namun kelirulah kiranya menyatakan lebih jauh lagi dibandingkan perlambang,
bahwa hal tersebut bukanlah mulai memudarnya sebuah bangsa. Mengenai Russia
sendiri, sebenarnya kemelorotan itu sudah terjadi dalam waktu yang panjang.
Yang jelas, saat ini Amerika Serikat tengah menata ulang kebijakan luar
negeri pertahanannya, setelah berakhirnya masa pascaperang dingin. Adu
pengaruh keadidayaan sudah berakhir, namun bukannya menghasilkan dunia yang
damai dan ketaatan pada hukum, namun justru menyingkapkan sebuah kurun penuh
gejolak, karena tidak dapat diduga akan seperti apa jadinya.
Agenda tradisional mengenai pertahanan, melibatkan hubungan-hubungan antarnegara
bangsa (relations between nation states), khususnya di antara Amerika
Serikat, Russia dan RRC. Russia saat ini berada dalam tahapan mencoba
membenahi dirinya sendiri, namun sukarlah diduga kapan dan bagaimana
pemulihan itu terjadi, serta akan menyerupai apa negara tersebut nantinya.
Namun apa pun yang terjadi, negara tersebut terlalu besar untuk diabaikan,
demikian juga mengingat kemiliteran dan perekonomian mereka. Apa pun yang
terjadi dalam negara itu, akan mengimbas pada negara-negara Eropa Utara,
Balkan dan 'busur goyah' (arc of instability) pada garis-garis
perbatasan di baratdaya.
Sementara itu, bangkitnya RRC sebagai pesaing strategis potensial Amerika
Serikat, tampaknya merupakan salah satu pokok persoalan utama dalam duapuluh
tahun ke depan. Kerumit pada kawasan Asia Pasifik ini pun diwarnai oleh
kedigdayaan ekonomi dan naiknya kekuatan militer Jepang, tidak jelasnya
penyelesaian persoalan penyatuan dua Korea serta gontok-gontokan dalam negeri
di Indonesia dan Phillipina.
Di lain kawasan, Timur Jauh masih saja menjadi sumbu sengketa paling
berbahaya. Perselisihan antara Arab dan Israel yang dan akan terus berlanjut,
akan disemarakkan oleh ketidakmantapan serta kegoyahan beberapa regim,
keberadaan kebangsaan, masalah agama dan persaingan antaretnis. Kenyataan
bahwa kawasan ini merupakan sumber terbesar minyak dunia, membawa jaminan
bahwa dalam setiap krisis yang terjadi di sana, akan menarik perhatian
negara-negara besar dari luar kawasan tersebut.
Di Asia Tenggara, ketegangan antara dua negara bernuklir (India dan Pakistan)
masih menjadi masalah, sementara perhatian utama negara-negara Eropa tetap
saja berkisar pada garis-garis perbatasan di sekitar Mediterrania. Dan
akhirnya, Afrika, yang masih saja dikenal sebagai benua dengan negara-negara
yang lemah. Ketegangan antarsuku dan antaragama akan selalu membutuhkan
kehadiran pasukan untuk menegakkan dan memelihara perdamaian di sana, karena
bobroknya kinerja politik negara-negara tersebut juga mengakibatkan
merajalelanya bajak-bajak laut di perairan Afrika.
Kapal-kapal Tempur 2001-2002
Bagian Ke-1
Oleh Cdre. Stephen Saunders RN, Mei 2001
Diterjemahkan berdasarkan izin dari
Jane's Defence dengan perbaikan seperlunya.
Bagi yang akrab dengan isyarat-isyarat radio dari angkasa, terceburnya
stasiun luar angkasa Mir milik Russia di Lautan Pasifik pada bulan Maret
2001, menandakan berakhirnya sebuah era. Keberadaan stasiun itu sendiri
menandakan keadidayaan Russia. Namun kebanggaan tinggal cerita merosot,
karena Russia sekarang hanya menjadi salah satu mitra Amerika Serikat dalam
kegiatan keluarangkasaan. Saat ini, Amerika Serikatlah yang menjadi pemimpin
dalam hal tersebut.
Ke Halaman |
1 |
2 |
3 |
| Tulisan
| Sistem Senjata
| Kajian
| Arsip|
| Polri
| Resimen Mahasiswa
| TNI|
| Halaman Utama |