Saat negara Uni Soviet masih ada dalam peta sejarah, kekuatan lautnya menggentarkan Amerika
Serikat. Dengan latar belakang keadaan inilah Thomas B. Hayward -seorang admiral dari AL-AS
waktu itu- menuliskan gagasannya mengenai sosok kekuatan laut idaman di masa depan, khususnya
mengenai AS.
Keinginan untuk membentuk armada yang super ini adalah untuk
menunjang gerakan strategis AS sendiri dalam hubungannya dengan
negara-negara sekutu di seberang lautan. Armada Laut AS yang kuat
menjamin kelangsungan hidupnya dan ini berarti secara langsung
harus menguasai seluruh wilayah lautan. Karenanya kekuatan lawan
yang berusaha menguasai daerah tertetu laut yang terbentang di
antara Amerika dan negara sekutunya, haruslah dihalau.
Di zaman sekarang ini, -di mana mati hidupnya AS bukan hanya
bergantung di ujung senjata tetapi juga benang untaian kegiatan
ekonomi dengan negara-negara sekutunya- armada laut yang dimilikinya
haruslah sanggup mengamankan jaringan tersebut, demi kelangsungan
hidup negara AS sendiri.
Keperkasaan armada laut bukan berarti menguasai semua lautan di
dunia, tetapi kesanggupan menguasai lautan yang berguna saja, dalam dan untuk
masa perang mau pun masa damai. Kawasan ini meliputi kawasan laut
yang kritis di daerah Eurasia dan jaringan hubungan vital di
Atlantik, Pasifik dan Lautan Hindia.
Disebut vital, karena kawasan tersebut adalah daerah yang
menghubungkan Amerika dengan Eropa Barat dan Jepang. Pendek kata,
armada yang kuat harus bisa melindungi AS beserta kepentingannya
di dunia.
Telah menjadi rahasia umum, bahwa AL-AS adalah tulang punggung
kekuatan NATO di Eropa Barat. Bila peperangan meletus, maka tidak
bisa tidak armada laut AS harus bertindak. Bahkan merupakan kunci
utama untuk bisa menyapu kekuatan yang hadir di sekitar Laut
Tengah dan Laut Norwegia. Perimbangan kekuatan yang wajar akan
menimbulkan kedamaian di Eropa mau pun di sekitar Teluk Persia.
Bila perang pecah, maka armada AS harus berhadapan dengan kekuatan
udara dan laut US, yang juga memiliki kepentingan di kawasan
tersebut. menilik hal tersebut, maka daerah-daerah yang kaya
minyak di kawasan Teluk Persia, tak luput pula.
Di masa damai, Armada Ke-7 yang selama ini beroperasi di Pasifik
Barat, bisa bahu membahu dengan armada lainnya milik AS di seluruh
kawasan pasifik, termasuk melindungi sekutunya seperti Jepang,
yang dengannya AS memiliki perjanjian kemiliteran. Armada AS pun
secara tak langsung bertanggung jawab terhadap gangguan yang ada
di kawasan Samudera Hindia. Armada AS tidak hanya sanggup
melindungi daerah tersebut dari gangguan kekuatan laut lawan,
tetapi juga harus sanggup menciptakan perimbangan kekuatan di
seantero dunia.
Sekali saja terjadi bentrokan yang serius antarnegara yang
tergabung dalam NATO dan negara-negara Pakta Warsawa, maka perdamaian
dunia terancam. Meski pun saat ini US secara geografi tidak
memiliki pangkalan laut di negara-negara lain, tetapi untuk
menambal kekurangan tersebut US telah memacu diri untuk menciptakan
mesin perang yang hebat. Sementara AS menangguhkan beberapa
rencananya untuk makin memperkuat sistem pertahanan lautnya, maka
Rusia makin galak dengan pembuatan kapal dan persenjataan mereka,
agar bisa melawan atau bahkan menghabisi dan merebut kekuatan AS
di lautan. Usaha US ini ditunjang dengan pembuatan dan perluasan
sarang kapal selam dan perakitan pesawat terbang yang tersebar di
berbagai tempat. Usaha ini tak lain adalah untuk menunjang kekuatan
armada laut mereka, agar bisa menandingi armada laut AS.
Pengamat kemiliteran sempat melemparkan dugaan, bahwa Soviet telah membuat kapal
penjelajah modern yang tangguh, dengan bobot mati sekitar 30.000
ton dan digerakkan oleh tenaga nuklir. Dugaan ini belum terbukti sampai saat ini, apalagi
Russia -pecahan terbesar Uni Soviet- tengah mengalami kesuraman ekonomi.
Di samping kapal tersebut, US juga membuat kapal sekelas dengan
Ivan Rogov dan kapal induk sekelas Kiev, yang dilengkapi dengan
rudal jarak jauh berkepala nuklir. Mengingat hal ini, AS haruslah
mampu mempertahankan kedaulatannya di lautan. Satu-satunya cara
adalah dengan mengimbangi kekuatan pihak musuh, baik dalam segi
kemampuan mau pun jumlahnya.
Angkatan Laut Masa Depan
Oleh : Thomas B. Hayward
Dimuat dalam majalah Hai 28/VII 1983
Mengapa AS membutuhkan Angkatan Laut ? Angkatan Laut seperti apa
yang harus dimiliki oleh AS ? Dua pertanyaan ini adalah dasar
pembentukan AL-AS. Karena langsung menunjuk pada kenyataan bahwa
bagaimana pun juga AL-AS merupakan armada superior, maka dapatlah
direncanakan dengan matang tentang bentuk dan kekuatannya untuk
masa depan.
| Tulisan
| Sistem Senjata
| Kajian
| Arsip|
| Polri
| Resimen Mahasiswa
| TNI|
| Halaman Utama |