Sistem Tempur Bawah Air 2000-2001
Bagian Ke-1

Oleh Anthony J. Watts, Januari 2000


Diterjemahkan berdasarkan izin dari Jane's Defence dengan perbaikan seperlunya.


Terjadinya sengketa dan ketegangan regional telah memicu sejumlah negara untuk mengembangkan serta meningkatkan kemampuan bawah air mereka. Yang perlu dicatat adalah berlanjutnya pemikiran mengenai pertempuran bawah air di pesisir pantai, dalam sengketa regional. Hal inilah yang menyebabkan angkatan-angkatan laut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat memberikan perhatian khusus untuk memutuskan bagaimana hal itu dilakukan, yang antara lain melibatkan sistem dipermaju siluman (improved stealth), jarak yang lebih jauh pelarikan disertai kemampuan tinggi pengenalannya, serta sistem telekomunikasi dipermaju.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sistem-sistem yang dikembangkan untuk digunakan dalam masa Perang Dingin, ternyata tidak terlalu berdayaguna untuk jangkauan yang lebih jauh di lapangan.


Mempersiapkan perang bawah air pesisir

Skenario yang dihadapi pada sepuluh tahun pertama abad ke-21, adalah bagaimana dan apa tepatnya yang dibutuhkan dalam kerangka pertempuran tersebut, serta teknologi yang paling tepat digunakan. Yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa banyak negara-negara yang angkatan-angkatan lautnya semula tampil ala kadarnya, sekarang mulai menggenjot diri dalam mengridakan teknologi-teknologi lanjut dan canggih.

Tantangan seperti ini memaksa pemberian kepercayaan lebih besar pada pasukan-pasukan yang ditugaskan dalam penyamaran atau berkualifikasi khusus, sesuatu yang memang memang berada dalam skenario pertempuran bawah air. Pilihan lain adalah penyerangan menggunakan rudal yang dilncurkan dari kapal selam. Cara terakhir ini pertama kali digunakan dalam Perang II Teluk serta kemudian dalam kawasan Laut Adriatik pada tahun 2000, ketika HMS Splendid dan sejumlah kapal selam AS melakukan serangan ke Serbia. Sejak saat itu, cara tersebut menjadi semacam teladan bagi negara-negara lain, untuk memampukan angkatan-angkatan lautnya menggabungkan jenis strategi tersebut dalam armada-armada bawah airnya. Israel dan India merupakan dua contoh.

Sulitnya memrakirakan percaturan hubungan antarnegara, menimbulkan pemikiran mengenai betapa mendasarnya pemeliharaan atau pengembangan terpercaya yang melingkupi semua disiplin kemampuan bawah air. Ini amat penting dalam kegiatan-kegiatan penegakan atau penciptaan perdamaian di bawah bendera PBB, sehingga semua unsur yang terlibat dapat bekerja saling dukung dalam satu bahasa yang dimengerti semua pihak.

Hal lain yang juga menuntut perhatian dalam peperangan di pesisir pantai, adalah mengenai peranjauan. Peranjauan bersifat melipatgandakan kekuatan, karena ia mengurangi kemampuan pergerakan dan kecepatan, baik untuk yang bertahan mau pun yang menyerang. Oleh karena itu, kendali perairan dan penguasaan medan pertempuran serta bekerja sama dengan cuaca.

Bagi negara-negara berkembang sendiri, amatlah penting seusai masa Perang Dingin ini, untuk mengembangkan skenario perang pesisir, sebagai tameng. Kelemahan pada perairan seyogyanya membuat mereka tidak mengabaikan kemampuan peranjauan, karena ini dapat meningkatkan pilihan strategi mereka.



Halaman 1 | 2 | 3 | 4 |

Kirim saran untuk Pemelihara Ksatrian

| Tulisan | Sistem Senjata | Kajian | Arsip|
| Polri | Resimen Mahasiswa | TNI|
| Halaman Utama |