Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sistem-sistem yang dikembangkan untuk digunakan dalam
masa Perang Dingin, ternyata tidak terlalu berdayaguna untuk jangkauan yang lebih jauh di
lapangan.
Skenario yang dihadapi pada sepuluh tahun pertama abad ke-21, adalah bagaimana dan apa
tepatnya yang dibutuhkan dalam kerangka pertempuran tersebut, serta teknologi yang paling
tepat digunakan. Yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa banyak negara-negara
yang angkatan-angkatan lautnya semula tampil ala kadarnya, sekarang mulai
menggenjot diri dalam mengridakan teknologi-teknologi lanjut dan canggih.
Tantangan seperti ini memaksa pemberian kepercayaan lebih besar pada pasukan-pasukan yang
ditugaskan dalam penyamaran atau berkualifikasi khusus, sesuatu yang memang memang berada dalam
skenario pertempuran bawah air. Pilihan lain adalah penyerangan menggunakan rudal yang
dilncurkan dari kapal selam. Cara terakhir ini pertama kali digunakan dalam Perang II Teluk
serta kemudian dalam kawasan Laut Adriatik pada tahun 2000, ketika HMS Splendid dan
sejumlah kapal selam AS melakukan serangan ke Serbia. Sejak saat itu, cara tersebut
menjadi semacam teladan bagi negara-negara lain, untuk memampukan angkatan-angkatan lautnya
menggabungkan jenis strategi tersebut dalam armada-armada bawah airnya. Israel dan India
merupakan dua contoh.
Sulitnya memrakirakan percaturan hubungan antarnegara, menimbulkan pemikiran mengenai
betapa mendasarnya pemeliharaan atau pengembangan terpercaya yang melingkupi semua
disiplin kemampuan bawah air. Ini amat penting dalam kegiatan-kegiatan penegakan atau
penciptaan perdamaian di bawah bendera PBB, sehingga semua unsur yang terlibat dapat
bekerja saling dukung dalam satu bahasa yang dimengerti semua pihak.
Hal lain yang juga menuntut perhatian dalam peperangan di pesisir pantai, adalah mengenai
peranjauan. Peranjauan bersifat melipatgandakan kekuatan, karena ia mengurangi kemampuan
pergerakan dan kecepatan, baik untuk yang bertahan mau pun yang menyerang. Oleh karena itu,
kendali perairan dan penguasaan medan pertempuran serta bekerja sama dengan cuaca.
Bagi negara-negara berkembang sendiri, amatlah penting seusai masa Perang Dingin ini,
untuk mengembangkan skenario perang pesisir, sebagai tameng. Kelemahan pada perairan
seyogyanya membuat mereka tidak mengabaikan kemampuan peranjauan, karena ini dapat
meningkatkan pilihan strategi mereka.
Sistem Tempur Bawah Air 2000-2001
Bagian Ke-1
Oleh Anthony J. Watts, Januari 2000
Diterjemahkan berdasarkan izin dari
Jane's Defence dengan perbaikan seperlunya.
Terjadinya sengketa dan ketegangan regional telah memicu sejumlah negara untuk mengembangkan
serta meningkatkan kemampuan bawah air mereka. Yang perlu dicatat adalah berlanjutnya
pemikiran mengenai pertempuran bawah air di pesisir pantai, dalam sengketa regional. Hal inilah
yang menyebabkan angkatan-angkatan laut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat memberikan
perhatian khusus untuk memutuskan bagaimana hal itu dilakukan, yang antara lain melibatkan
sistem dipermaju siluman (improved stealth), jarak yang lebih jauh pelarikan disertai
kemampuan tinggi pengenalannya, serta sistem telekomunikasi dipermaju.
Mempersiapkan perang bawah air pesisir
| Tulisan
| Sistem Senjata
| Kajian
| Arsip|
| Polri
| Resimen Mahasiswa
| TNI|
| Halaman Utama |