Judul Saya Pilih Mengungsi : Pengorbanan Rakyat Bandung untuk Kedaulatan
Penulis Ratnayu Sitaresmi,
Aan Abdurachman,
Ristadi widodo Kinartojo dan
Ummy Latifah widodo
Penerbit Kerja sama :
Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung
dan
Penerbit Bunaya
Gambar Sampul
Saya Pilih Mengungsi - Gambar Sampul Depan
Depan
(perbesar gambar)
Saya Pilih Mengungsi - Gambar Sampul Belakang
Belakang
(perbesar gambar)
Cetakan Pertama, Maret 2002
Halaman xii + 171
Ukuran 250 mm x 175 mm
Berat 355,00 gram
Tinjauan (Buku ini bisa dipesan melalui internet)

Salah satu penanda tingkat peradaban suatu bangsa, adalah jumlah catatan yang dibuat atau diwariskan. Banyak bangsa yang terhapus jejak keberadaannya dari muka Bumi ini, gara-gara mereka tidak meninggalkan catatan mengenai kehidupan mereka. Kalau pun ada, maka jumlahnya amat sedikit. Dan di antara yang sedikit itu, tidak terlalu banyak bahan yang bisa dikembangkan untuk merekonstruksi keadaan aslinya.

Diberkatilah mereka yang mempunyai kemampuan dan kegemaran menulis, karena itu mengartikan bahwa mereka -sadar atau tidak sadar- ikut membentuk citra keberadaan masyarakatnya, ribuan -atau malah lebih- tahun kemudian, sekiranya keberadaannya sudah tersingkir dari alam ini. Inilah, yang antara lain dilakukan oleh sekelompok peneliti yang tinggal di Bandung.

Dengan status sebagai sukarelawan -artinya tidak mendapatkan gaji dari kegiatan yang dilakukan- mereka mulai menyusuri masa silam, ke masa awal lahirnya Republik ini, untuk menuangkannya dalam sebuah buku. Kegiatan ini sendiri dimulai pada tahun 1997, sebagai bagian kerja yang lebih besar, yaitu menggali peran peristiwa Bandung Lautan Api (BLA) pada tahun 1946. Buku ini sendiri selesai ditulis pada tahun 2002. Bukan suatu waktu yang singkat, memang.

Dalam penggalan-penggalan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (RI), ada sejumlah peristiwa yang 'beruntung' mendapatkan tempat dalam buku-buku resmi kesejarahan. Namun pada sisi lain, ada yang bernasib 'sial', karena tersisihkan. Inilah yang dirasakan sebagian warga Bandung, mengenai peristiwa BLA, ketika tidak dianggap penting untuk dimuat dalam buku Sejarah Nasional Indonesia, yang ditulis oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan (alm) Nugroho Notosusanto (1990).

Namun bukan sekadar itu yang ingin disampaikan, melainkan bagaimana sebenarnya keadaan yang ada, dialami, dilakukan dan menjadi pilihan masyarakat dan para penentu kebijakan saat itu. Sungguh tak dapat kita bayangkan, bahwa jika pilihan tersebut ada pada saat ini, yaitu melakukan pembakaran rumah dan harta benda, agar musuh tak dapat mengambil keuntungan apa pun, maka kita akan dengan serta-merta melakukannya. Itulah yang ingin disampaikan buku ini, yaitu kesertamertaan dalam melakukan apa pun bagi Tanah Air, bukan semata pemanis di bibir, yang lazim kita dengar saat ini.

Sebagai sebuah karya yang bersandarkan antara lain pada para pelaku sejarah - para pimpinan militer saat itu, para pejuang dan tentunya masyarakat sendiri- maka buku ini mempunyai nilai tersendiri. Akan tampak betapa sederhananya -namun sekaligus jelas, karena hanya memilih Ya atau Tidak- rakyat menerjemahkan semboyan Merdeka atau Mati !

Ada juga sejumlah hal menarik, di antaranya mengenai sejarah penciptaan lagu Halo-halo Bandung, yang berlatar belakang BLA. Dalam hal ini, (alm) Pak Kasur ternyata mempunyai peran penting dalam menyebarkan lagu itu.

Kalau pun menyebut kekurangan, maka tampaknya buku ini akan lebih menarik jika disertai dengan peta sekarang daerah-daerah yang disebutkan dalam pengisahan. Saya sendiri hanya bisa membayangkan di mana letak kejadian, karena pernah berada di Kota Bandung. Namun di luar itu, para penulis dan penyusun buku ini sudah berusaha keras untuk mengajak para pembacanya untuk terlibat dalam suasana waktu itu. Terdapat sejumlah sejumlah keterangan tambahan dalam bingkai, untuk menjelaskan lebih rinci mengenai suatu bagian. Ini seperti berada dalam museum dan didampingi oleh pemandu.

Bagi para pemerhati dan pengamat sejarah perjuangan, buku ini layak dijadikan bahan tambahan untuk meluaskan pengetahuan. Dan yang lebih penting adalah bahwa kerja seperti ini seyogyanya memancing siapa pun yang berminat, untuk juga turut serta dalam memetakan peristiwa-peristiwa perjuangan dan kejuangan di daerahnya masing-masing, untuk memperkaya khazanah kesejarahan kita sendiri.

Penerangan
dan
Pemesanan
Andi Abubakar (arakabuba@email.com)
Ratnayu Sitaresmi (rsitaresmi@bdg.centrin.net.id)
Ristadi Widodo Kinartojo (ristadi_w_k@yahoo.com)


Kirim saran untuk Pemelihara Ksatrian

| Artikel | Sistem Senjata | Kajian | Arsip|
| Polri | Resimen Mahasiswa | TNI|
| Halaman Utama |