Fajar baru bersama burung besi Russia

Sungguh tidak enak menjadi bangsa yang kurang berpunya, apalagi ketika mulai tidak dipandang keberadaannya. Salah satu alat 'pemaksa' pengakuan keberadaan, antara lain dengan menunjukkan kemampuan kemiliteran, yaitu kepemilikan alat-alat canggih dalam jumlah dan mutu yang meyakinkan.

Dalam dua masa, Republik Indonesia sudah mengalami kepahitan, ketika keinginan memiliki persenjataan diganjal oleh embargo. Yang disampaikan di bawah ini merupakan salah satu tahapan melepaskan diri dari keterjepitan tersebut. Sayang, ketidakbiasaan berlaku tertib dalam keadministrasian serta kedangkalan dalam berpolitik, telah menjadikan usaha tersebut merugikan semuanya, terutama segenap unsur Republik.




| Daftar Isi |